Prinsip inti dari sistem pembangkit tenaga surya adalah rantai konversi energi yang rumit: foton → elektron → arus listrik.
Arus searah (DC) tidak dapat langsung digunakan oleh peralatan rumah tangga dan jaringan listrik; arus tersebut harus dikonversi dan dikelola secara cerdas.
Daya DC tegangan rendah yang dihasilkan oleh panel surya dikumpulkan oleh inverter. Inverter adalah "jantung" sistem; ia menggunakan sakelar elektronik berkecepatan tinggi (seperti IGBT) untuk "mengosilasikan" daya DC yang halus menjadi arus bolak-balik (AC) sinusoidal dengan frekuensi, fasa, dan tegangan yang sama dengan jaringan listrik (misalnya, 220V/50Hz).
Proses ini (DC→AC) disebut "inversi."
Sistem Tenaga Surya On Grid: Inverter secara langsung memasok listrik ke rumah tangga, mengunggah daya berlebih ke jaringan listrik dan mengambil daya dari jaringan listrik saat dibutuhkan.
Sistem Surya Hibrida: Selain sistem yang terhubung ke jaringan listrik, sistem ini menambahkan baterai. Energi diprioritaskan untuk penyimpanan, sehingga mencapai tingkat konsumsi sendiri yang lebih tinggi dan daya cadangan selama pemadaman listrik.
Sistem Tenaga Surya Off-Grid: Semua energi disimpan dalam baterai dan disuplai ke beban melalui inverter off-grid, sepenuhnya independen dari jaringan listrik.
Pelacakan Titik Daya Maksimum (MPPT): Teknologi MPPT pada inverter menyesuaikan tegangan operasi secara real-time untuk memastikan panel surya menghasilkan daya maksimum dalam kondisi pencahayaan apa pun.
Perlindungan Koneksi Jaringan: Sistem terus memantau status jaringan. Jika terjadi pemadaman jaringan, sistem secara otomatis memutuskan koneksi (efek anti-islanding) untuk memastikan keselamatan personel pemeliharaan. Selama waktu ini, sistem hibrida/off-grid dapat terus ditenagai oleh baterai.
Jika Anda ingin memasang sistem tenaga surya lengkap, silakan hubungi kami. Kangweisi adalah profesional di bidang ini.